Hidup Tersiksa di Antara Tiga Pria

Hidup Tersiksa di Antara Tiga Pria
"Ada suami, pria yang belum tahu saya menikah, dan pria yang sudah tahu saya menikah."
Tanya:
Saya sudah menikah dengan suami asal Australia. Sudah berjalan sekitar enam bulan. Tapi, dari hari ke hari saya merasa pilihan saya salah. Bahkan sewaktu diajak menikah, saya sudah terlanjur kecewa dan berniat meninggalkannya. Sebelumnya, dia sering menolak jika saya ajak untuk menikah. Jawabannya selalu belum siap dan takut. Kami berhubungan sekitar tiga tahun.

Jadi, saat saya berhenti berharap padanya, dan coba menjajaki hubungan dengan pria lain, dia malah menunjukkan sikap sedihnya dan meminta saya untuk melanjutkan niat untuk menikah dengannya. Ketika itu, dia mengucap janji manis, dan ingin cepat punya anak. Banyak lagi janji manis lainnya yang membuat saya percaya dan menerima untuk menikah dengan dia.

Tapi setelah menikah, semuanya tidak terbukti. Kadang saya berpikir mungkin dia tidak perlu seorang istri untuk menemani, tapi perlu seseorang istri hanya untuk mengurus segala sesuatunya. Sampai saat ini saya masih menjalani hubungan dengan pria lain, tapi hanya sebatas sebagai teman, tidak pernah ada kontak fisik.

Jadi di hidup saya saat ini ada tiga pria: suami, teman yang belum tahu saya menikah, dan teman yang sudah tahu tentang pernikahan saya.

Saya bingung, apa benar pilihan yang saya buat? Saya pikir saya tidak bahagia, sering menangis, tapi selalu berusaha menerima semua. Tolong bantu saya menemukan solusi atas semua masalah ini.

NR

Jawab:
Memang pilihan hidup yang Anda jalani saat ini perlu proses untuk menjadi lebih baik. Harus ada ketegasan dalam diri Anda. Artinya, ketika Anda di awal sudah tidak yakin, lalu nekat menjalaninya dan menghasilkan kondisi yang lebih mengecewakan, sebaiknya Anda harus buat keputusan tegas agar Anda juga bisa mendapat kebahagian yang seharusnya Anda dapatkan sampai tua.

Memang tidak mudah memutuskan hal yang masih Anda ragukan. Saat ini, jangan lewati batas Anda atau membuat kesalahan yang seharusnya tidak Anda jalani. Ini penting, agar Anda tidak disalahkan atas apa yang telah terjadi. Perbaiki hidup Anda dengan menjalankan keputusan yang tegas dan bertanggung jawab. Harus yakin dan jalani sesuai hati nurani.

Related Post:

0 komentar:

Posting Komentar