Hasil Perempat Final Tinju Amatir Piala Presiden XXI 5 Juli 2011 - juara,video,pemenang


Hasil Perempat Final Tinju Amatir Piala Presiden XXI 5 Juli 2011. Indonesia meloloskan dua petinju putri, Veronica Nocholas (tim Elang) dan Nurbertha Tajum (tim Rajawali), ke semifinal kelas bantam putri turnamen tinju amatir Piala Presiden XXI di Stadion Tenis Indoor Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Di perempat final, Selasa (5/7/2011), Veronica mengalahkan rekannya dari tim Garuda, Marsa Deva, dengan angka tipis 15-14, sementara Nurbertha juga di kelas bantam menang angka 30-12 atas Nelly (Myanmar).

Namun, menilik penampilan mereka di pertandingan itu, mantan petinju nasional Frans VB menyatakan cukup berat peluang mereka di semifinal. Veronica di semifinal akan berhadapan dengan Nerthy Petecio (Filipina), sedangkan Nurbertha bertemu Le Thi Bang dari Vietnam.

Petecio tampil gemilang pada babak perempat final setelah mengalahkan petinju Mongolia D Shinetestseg 30-12, sementara Le Thi Bang mengungguli lawannya dari Jepang, Ayako Minowa, dengan angka 19-10.

"Petinju Filipina itu pukulannya keras dan agresif, sedangkan petinju Vietnam tersebut rajin memukul dan pukulan lurusnya tajam menusuk. Karena itulah Veronica dan Nurbertha harus tampil ekstra bila ingin mengalahkan kedua lawannya tersebut," kata Frans.

Pada kelas layang ringan putra 49 kilogram, satu-satunya petinju Indonesia yang tersisa, Denny Hitarihun, gagal maju ke babak semifinal. Denny di perempat final dikalahkan petinju China, Guo Wu Rong, dengan angka tipis 17-18.

Denny sempat memimpin pengumpulan angka dalam dua ronde. Pada ronde ketiga dia sempat kecolongan pukulan lawan sehingga akhirnya kalah tipis. Menurut Frans, kekalahan Denny karena salah menerapkan strategi bertanding.

"Pada ronde ketiga ketika sudah unggul angka, Denny masih berinisitaif lebih dulu menyerang. Akibatnya, dia sering terkena pukulan balasan lawan yang postur tubuhnya lebih kecil," kata Frans.

Menurut dia, seharusnya di ronde ketiga ketika sudah memimpin perolehan angka, Denny menunggu lawan menyerang lebih dulu baru dibalas dengan serangkaian pukulan cepat.

"Sayangnya Denny malahan menyerang dulu sehingga gampang dibalas dan kemudian kalah," katanya.

Pada kelas ringan 60 kg, petinju Indonesia, Arenaldo Moniaga (tim Elang), gagal ke babak perempat final setelah dikalahkan petinju Kazakhstan, Yeldos Saidalin. Arenaldo tampil bersemangat pada ronde pertama, tetapi tertinggal 1-3. Pada ronde kedua dan ketiga, Arenaldo seperti mobil kehabisan bensin dan kalah angka telak 5-20.

"Sebetulnya Arenaldo memiliki teknik bertinju yang sangat baik. Namun, karena staminanya tidak mendukung, dia tidak dapat memanfaatkan keunggulan tekniknya dan wajar kalau kemudian kalah," kata Frans.

Kegagalan juga dialami petinju Indonesia lainnya di kelas ringan, Mathias Mandiangan, yang kalah angka 10-14 melawan Yu Cen dari China. Satu-satunya petinju Indonesia yang tersisa di kelas ini ialah Ralin Lumoli. Ralin menang angka telak 27-6 atas Muhamad Ridwan dari Singapura.

Related Post:

0 komentar:

Posting Komentar