Tinju Amatir Piala Presiden XXI 5 Juli 2011 Pendukung Sempat Bikin Kisruh - ramai,kekerasan,pendukung,sporter


Tinju Amatir Piala Presiden XXI 5 Juli 2011 Pendukung Sempat Bikin Kisruh. Turnamen tinju amatir Piala Presiden XXI di Stadion Tenis Tertutup Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (5/7/2011) malam, yang sempat terhenti sekitar 30 menit akibat kisruh, akhirnya dapat dilanjutkan. Petugas keamanan mengendalikan penuh keadaan.

Kisruh terjadi setelah pertandingan petinju kelas welter ringan (64 kg), Vinky Montolalu (Tim Garuda), kalah angka melawan petinju Filipina, Nathaniel S Montealto. Dalam pertarungan tiga ronde itu, Vinky dinyatakan kalah angka 8-11.

Kekalahan itu menyulut kemarahan pendukung tim tinju Indonesia. Mereka berteriak-teriak memaki wasit hakim. Kemarahan memuncak ketika petugas keamanan mencoba menenangkan mereka.

Kemarahan para pendukung tim Indonesia itu bukannya mereda, melainkan mereka malah hendak memukul dan mengejar petugas keamanan. Sebuah pintu menuju ruang wasit hakim sempat ditendang. Akibat kisruh tersebut, pertandingan dihentikan.

Pertandingan dilanjutkan setelah petugas keamanan dapat mengendalikan keadaan. Kekesalan pendukung tim Indonesia ini merupakan puncak akumulasi dari ketidakpuasan mereka sehari sebelumnya ketika petinju kelas menengah Indonesia, Alex Tatontos (Tim Garuda), dinyatakan kalah RSC atau pertandingan dihentikan wasit pada ronde pertama.

Mereka berpendapat, tidak seharusnya pertandingan dihentikan karena Alex masih dalam kondisi fisik yang baik dan siap melanjutkan pertandingan.

Sementara itu, dua petinju Indonesia, Magdalena Kambayong dan Atris Neolaka, gagal maju ke babak semifinal. Keduanya dikalahkan lawan masing-masing pada pertandingan babak perempat final.

Magdalena kalah angka 23-28 melawan petinju Taiwan, Chen Wen-Ling, di kelas ringan 60 kg putri. Sementara Atris kalah angka 10-14 melawan Sigyel Phub dari Bhutan di kelas bantam putra.

Indonesia juga kehilangan petinju terbaik Piala Presiden XX/2004, Dadan Amanda. Petinju tim Rajawali di kelas bantam 56 kg putra ini kalah angka 10-21 melawan Sung Dong Hyeon dari Korea Selatan. Hasil ini membuat Dadan gagal maju ke babak semifinal.

Related Post:

0 komentar:

Posting Komentar