Tinju Amatir Piala Presiden XXI Petinju Indonesia Tak Mampu Atur Tempo - hasil,juara,video,pemenang


Tinju Amatir Piala Presiden XXI Petinju Indonesia Tak Mampu Atur Tempo. Para petinju Indonesia pada hari pertama Turnamen Tinju Amatir Piala Presiden XXI di Stadion Tenis Tertutup Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (2/7/11) secara umum belum mampu mengatur tempo permainan dengan baik. Penilaian itu disampaikan Ketua Bidang Teknik dan Kepelatihan Pengurus Pusat Pertina, Ferry Moniaga di Jakarta, Senin (4/7/11), di Jakarta.

"Hampir semua petinju kita belum dapat mengatur tempo permainan dengan baik. Padahal mengatur tempo permainan merupakan bagian penting untuk memenangi suatu pertandingan," kata Ferry.

Karena belum dapat mengatur tempo dengan baik, penampilan petinju Indonesia terkesan terburu-buru. Sejak ronde pertama dimulai umumnya petinju Indonesia langsung ingin tampil terus menekan lawan. Akibatnya merka cepat kelelahan dan tidak dapat mempertahankan determinasi permainan dan kualitas pukulan.

Ferry juga melihat secara umum mereka belum memiliki kecepatan maksimal sebagaimana tuntutan pertandingan di atas ring. Padahal, pada sistem penilaian dengan komputerisasi saat ini kecepatan sangat diperlukan, agar dapat mengumpulkan angka sebanyak mungkin.

Kecepatan yang dia maksudkan yaitu kecepatan dalam memukul maupun bergerak. Kecepatan dalam dua hal inilah yang ditampilkan para pemenang dalam pertandingan hari pertama turnamen tersebut, Minggu (3/7/11).

Pada hari pertama tersebut, Indonesia menampilkan 16 petinjunya. Dari jumlah itu enam petinju menang dan sepuluh lainnya kalah. Kekalahan telak diderita petinju andalan Indonesia pada kelas menengah 75 kilogram putra, Alex Tatontos.

Petinju asal Sulawesi Selatan yang memperkuat Tim Garuda itu dikalahkan RSC atau refree stop contest (pertandingan dihentikan wasit) ronde pertama. Alex terkena sambaran hook kanan petinju Korea Selatan, Lee Jong Yeob, di dagu kirinya.

Pukulan Yeob yang mengena telak tersebut membuat Alex jatuh di kanvas. Alex sempat bangun dan diberi hitungan, tetapi kemudian wasit menghentikan pertandingan dan memenangkan Yeob.

Alex sempat memrotes keputusan wasit tersebut, tetapi tidak digubris. Sejumlah petinju Indonesia dan penonton pendukung Alex sempat kecewa dan meneriaki wasit.

Tindakan wasit tersebut terlihat memang untuk menyelamatkan Alex dari kemungkinan cedera lebih serius. Yang disayangkan setelah jatuh Alex langsung berdiri dan tidak lebih dulu duduk bertumpu pada satu tangan.

Dalam kaidah olahraga tinju, petinju yang jatuh terkena pukulan disarankan untuk tidak langsung berdiri, tetapi lebih dulu duduk kemudian perlahan-lahan bangkit berdiri untuk menghindari mabuk pukulan atau punch drunk.

Related Post:

0 komentar:

Posting Komentar