1. Cabang-cabang Biologi
Biologi kini memiliki cabang-cabang yang semakin spesifik dengan objek kajian yang semakin khusus. Dari ilmu manusia muncul cabang-cabang ilmu kesehatan dan saat ini muncul ilmu-ilmu spesifik seperti spesialisasi mata, THT, kulit, internis, anak, jantung, paru-paru, dan saraf. Demikian pula perkembangan dalam bidang pertanian.
Selain perkembangan ilmu terdapat pula pengembangan penerapan ilmu yang dikenal sebagai biologi terapan. Tujuan penerapan ilmu adalah agar ilmu itu dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan umat manusia. Contoh biologi terapan antara lain: kesehatan, pertanian, perikanan, kedokteran, bioteknologi dan sebagainya.
Ilmu pengetahuan berkembang karena manusia serba ingin tahu. Demikian pula biologi selalu berkembang. Mengembangkan ilmu pengetahuan tidak harus berawal dari nol, melainkan bisa dari hasil penelitian orang lain. Jadi ilmu pengetahuan tidak muncul dari renungan dan bersemedi menunggu datangnya wangsit, melainkan dari banyak membaca. Dengan membaca akan semakin banyak persoalan yang dapat kita selesai.
Cabang-cabang biologi yang mempelajari berbagai tingkat organisasi kehidupan adalah sebagai berikut:
1. Sitologi : Ilmu yang mempelajari sel
2. Genetika : Ilmu yang mempelajari gen
3. Histologi : Ilmu yang mempelajari jaringan
4. Marfologi : Ilmu yang mempelajari struktur luar organisme
5. Analogi : Ilmu yang mempelajari struktur dalam organisme
6. Fisiologi : Ilmu yang mempelajari proses kehidupan organisme
7. Taksonomi: Ilmu yang mempelajari klasifikasi organisme
8. Ekologi : Ilmu yang mempelajari hubungan organisme dengan lingkungan
9. Evaluasi : Ilmu yang mempelajari asal usul kehidupan dan perubahan organisme dari waktu ke waktu
Cabang-cabang biologi lainnya didasarkan pada kelompok organisme yang dipelajari kelompok besar.
1. Mikroorganisme : Ilmu yang mempelajari organisme berukuran renik (mikroskopik)
2. Zoologi : Ilmu yang mempelajari hewan
3. Botani : Ilmu yang mempelajari tumbuhan
Cabang-cabang Biologi mempelajari kelompok organisme yang lebih spesifik
1. Virologi : Ilmu yang mempelajari tentang virus
2. Bakteriologi : Ilmu yang mempelajari tentang bakteri
3. Mikologi : Ilmu yang mempelajari tentang jamur
4. Entomologi : Ilmu yang mempelajari tentang serangga
5. Ornitologi : Ilmu yang mempelajari tentang burung
6. Mamalogi : Ilmu yang mempelajari tentang mamalia
Biologi merupakan salah satu kelompok sains.
Sains memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Memiliki objek kajian berupa benda-benda konkrit. Objek kajian biologi adalah mahluk hidup dan fosil-fosil yang berkaitan dengan struktur dan fungsinya.
2. Dikembangkan berdasarkan pengalaman empiris, objeknya konkrit dan dapat ditangkap oleh indera, serta merupakan pengalaman yang dapat dirasakan oleh setiap orang.
3. Memiliki langkah sistematis
Langkah-langkah sistematis tersebut bersifat baku, misalnya seseorang ingin membuktikan bahwa respirasi menghasilkan karbondioksida, jadi tidak ada kebohongan ilmiah.
4. Menggunakan cara berpikir logis
Cara berpikir dengan menggunakan logika, kesimpulan-kesimpulan ditarik berdasarkan logika-logika tertentu, misalnya secara induktif dan deduktif. Berpikir induktif artinya berpikir dengan menarik kesimpulan dari hal-hal yang khusus menjadi ketentuan yang berlaku secara umum. Misalnya ayam mati, kucing mati, tumbuhan mati, dan manusia mati. Ayam, kucing, tumbuhan, dan manusia adalah mahluk hidup. Kesimpulannya semua mahluk hidup pasti akan mati. Berpikir deduktif artinya berpikir dengan menarik kesimpulan dari hal-hal yang berlaku secara umum menjadi ketentuan yang berlaku secara khusus, misalnya semua mahluk hidup akan memerlukan oksigen untuk bernapas. Tumbuhan adalah mahluk hidup. Kesimpulannya tumbuhan memerlukan oksigen untuk bernapas.
5. Hasil objektif atau apa adanya terhindar dari kepentingan pelaku (subjektif). Jadi hasil dari penelitian memihak pada kebenaran ilmiah.
6. Hasilnya berupa hukum-hukum yang berlaku umum. Misalnya, jika kita mengawinkan secara langsung tumbuhan A dan B, maka persilangan yang akan buat oleh Gregar Mendel.
2. Manfaat Biologi
Dengan mempelajari biologi kita tidak saja memperoleh pengetahuan tentang mahluk hidup, namun juga mendapat pengetahuan tentang metode mempraktekkan ilmu pengetahuan tersebut.
Pengetahuan tentang mahluk hidup dimanfaatkan untuk memecahkan masalah guna meningkatkan kesejahteraan hidup manusia, seperti masalah pangan, sandang, papan, energi, lingkungan, kesehatan, bahkan sosial dapat diatasi dengan biologi.
Contoh masalah dalam bidang sosial misalnya menentukan orang tua dan keturunannya dapat dibantu dengan pengetahuan tentang DNA yang dipelajari dalam genetika. Memelihara lingkungan dengan menerapkan pengetahuan ekologi, mengatasi penyakit yang disebabkan oleh virus dengan mengetahui karateristik virus yang akan dipelajari dalam virologi. Kerja Ilmiah
Orang yang mempelajari biologi disebut ilmuwan biologi. Ilmuwan biologi memperoleh pengetahuan tidak saja dengan membaca, tapi juga menyelidiki organisme dan fenomena kehidupan secara langsung. Penyelidikan tersebut dilakukan dengan cara sistematika yang disebut metode ilmiah.
Metode ilmiah merupakan cara atau tahapan tertentu yang harus dikerjakan oleh seorang ilmuwan dalam melakukan penelitian dengan beberapa tahap sebagai berikut:
1. Menemukan masalah
Percobaan dimulai dengan suatu pertanyaan, setelah itu mencoba untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan melakukan percobaan.
2. Mengajukan hipotesis
Masalah yang dirumuskan dalam bentuk pertanyaan mendorong munculnya dugaan jawaban. Jawaban ini merupakan jawaban sementara terhadap masalah atau hipotesis.
3. Melakukan percobaan
Untuk menguji kebenaran hipotesis kita melakukan percobaan. Sebelum melakukan percobaan kita melakukan perencanaan percobaan yang meliputi penentuan alat dan bahan, serta penentuan variabel. Variabel merupakan sesuatu yang dapat berubah atau faktor penentu. Ada dua jenis variabel yang harus ditentukan dalam melakukan percobaan yaitu variabel bebas (independent variabel) merupakan faktor yang diubah, sedangkan variabel terikat (dependent variabel) adalah faktor yang berubah tergantung perubahan variabel bebas.
4. Menarik kesimpulan
Kesimpulan berisi hasil percobaan yang kita lakukan. Kesimpulan ini dapat mendukung atau tidaknya hipotesis yang kita buat.
Sikap ilmiah
Sikap-sikap ilmiah yang harus dilakukan yaitu:
• Dapat membedakan antara fakta dan opini.
Fakta adalah informasi yang diperoleh dari bukti-bukti pada data.Sedangkan opini adalah pendapat mengenai suatu subjek khusus atau peristiwa tertentu.
• Berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan dan berargumentasi.
• Mengembangkan keingintahuan.
• Kepedulian terhadap lingkungan.
• Berpendapat secara ilmiah dan kritis.
• Berani mengusulkan perbaikan dan bertanggung jawab terhadap usulan tersebut.
• Bekerja sama
• Jujur terhadap fakta.
• Disiplin dan tahan.
Biologi sangat bermanfaat bagi kehidupan. Manfaat tersebut antara lain:
1. Membantu dalam menentukan dan mengembangkan:
• Bahan makanan
• Bahan pakaian
• Bahan peralatan dan perumahan
• Energi
2. Menemukan penyebab dan pengobatan berbagai macam penyakit, baik pada manusia, hewan, maupun tumbuhan.
3. Menyingkap rahasia proses-proses kehidupan, pewarisan sifat, dan pengendali proses kehidupan (gen).
4. Mengkaji dan melestarikan lingkungan untuk kelestarian kehidupan.
BAB TENTANG VIRUS
Ilmu tentang Virus disebut Virologi. Virus (bahasa latin) = racun. Hampir semua virus dapat menimbulkan penyakit pada organisme lain. Saat ini virus adalah mahluk yang berukuran paling kecil. Virus hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron dan lolos dari saringan bakteri (bakteri filter).
SEJARAH PENEMUAN
D. Iwanowsky (1892) dan M. Beyerinck (1899) adalah ilmuwan yang menemukan virus, sewaktu keduanya meneliti penyakit mozaik daun tembakau.
Kemudian W.M. Stanley (1935) seorang ilmuwan Amerika berhasil mengkristalkan virus penyebab penyakit mozaik daun tembakau (virus TVM).
STRUKTUR TUBUH
Tubuhnya masih belum dapat disebut sebagai sel, hanya tersusun dari selubung protein di bagian luar dan asam nukleat (ARN & ADN) di bagian dalamnya. Berdasarkan asam nukleat yang terdapat pada virus, kita mengenal virus ADN dan virus ARN. Virus hanya dapat berkembang biak (bereplikasi) pada medium yang hidup (embrio, jaringan hewan, jaringan tumbuhan). Bahan-bahan yang diperlukan untuk membentuk bagian tubuh virus baru, berasal dari sitoplasma sel yang diinfeksi.
(gambar kelompok virus)
BERBAGAI VIRUS YANG MERUGIKAN
1. Pada Bakteri :
1.1. Bakteriofage.
2. Pada Tumbuhan :
2.1. Virus TMV (Tabacco Mozaik Virus) penyebab mozaik pada daun
tembakau.
2.2. Virus Tungro: penyebab penyakit kerdil pada padi. Penularan virus
ini dengan perantara wereng coklat dan wereng hijau.
2.3. Virus CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration) menyerang tanaman
jeruk
3. Pada Hewan :
3.1. Virus NCD (New Castle Disease) penyebab penyakit tetelo pada
ayam dan itik.
4. Pada Manusia :
4.1. Virus Hepatitis, penyebab hepatitis (radang hati), yang paling
berbahaya adalah virus Hepatitis B.
4.2. Virus Rabies >> penyebab rabies
4.3. Virus Polio >> penyebab polio
4.4. Virus Variola dan Varicella >> penyebab cacar api dan cacar air
4.5. Virus Influenza >> penyebab influensa
4.6. Virus Dengue >> penyebab demam berdarah
4.7. Virus HIV >> penyebab AIDS
Cara pencegahan penyakit karena virus dilakukan dengan tindakan vaksinasi. Vaksin pertama yang ditemukan oleh manusia adalah vaksin cacar, ditemukan oleh Edward Jenner (1789), sedangkan vaksinasi oral ditemukan oleh Jonas Salk (1952) dalam menanggulangi penyebab polio. Manusia secara alamiah dapat membuat zat anti virus di dalam tubuhnya, yang disebut Interferon, meskipun demikian manusia masih dapat sakit karena infeksi virus, karena kecepatan replikasi virus tidak dapat diimbangi oleh kecepatan sintesis interferon.
NAMA:RIFQI NURUL SULTHONI
KELAS:X5
NO ABSEN:22
tikus,katak, dan burung elang
Sebuah Tikus yang selalu tinggal di tanah, dengan kesempatan beruntung, membentuk kenalan intim dengan Katak, yang hidup, untuk sebagian besar, di dalam air.
Suatu hari, si Katak bermaksud berbuat kerusakan. Ia mengikat kaki Tikus erat sendiri. Jadi bergabung bersama, si Katak memimpin temannya Tikus untuk padang rumput di mana mereka biasanya mencari makanan.
Setelah ini, dia secara bertahap membawanya ke arah kolam di mana dia tinggal, sampai mencapai tepi air, dia tiba-tiba melompat masuk, menyeret Tikus dengan dia.
Katak menikmati air luar biasa, dan berenang bernyanyi tentang, seolah-olah dia telah melakukan perbuatan baik. Tikus bahagia segera tergagap dan tenggelam di air, dan tubuh yang buruk mati nya melayang di permukaan.
Seekor Elang mengamati Tikus dari langit, dan Elang turun dan meraih dengan cakar-nya, membawanya kembali ke sarang nya. Katak, yang masih erat pada kaki Tikus, juga dilakukan dari tahanan, dan dimakan oleh Elang.
Saran : "Pilih teman Anda hati-hati"
Suatu hari, si Katak bermaksud berbuat kerusakan. Ia mengikat kaki Tikus erat sendiri. Jadi bergabung bersama, si Katak memimpin temannya Tikus untuk padang rumput di mana mereka biasanya mencari makanan.
Setelah ini, dia secara bertahap membawanya ke arah kolam di mana dia tinggal, sampai mencapai tepi air, dia tiba-tiba melompat masuk, menyeret Tikus dengan dia.
Katak menikmati air luar biasa, dan berenang bernyanyi tentang, seolah-olah dia telah melakukan perbuatan baik. Tikus bahagia segera tergagap dan tenggelam di air, dan tubuh yang buruk mati nya melayang di permukaan.
Seekor Elang mengamati Tikus dari langit, dan Elang turun dan meraih dengan cakar-nya, membawanya kembali ke sarang nya. Katak, yang masih erat pada kaki Tikus, juga dilakukan dari tahanan, dan dimakan oleh Elang.
Saran : "Pilih teman Anda hati-hati"
Berita Gunung Merapi
Berita Gunung Merapi - Ini adalah berbagai liputan berita Gunung Merapi yang meletus pada Selasa, 26 Oktober 2010 sekitar pukul 17.00 sore. Adapun berita Gunung Merapi ini bersumber dari berbagai liputan media massa online. Penulis blog Karo Cyber mencoba memilih berbagai berita yang dianggap masih penting diketahui seputar Gunung Merapi. Selain itu akan disajikan juga tentang pemberitaan Mbah Marijan meninggal, yaitu salah satu korban tewas dalam peristiwa Gunung Merapi meletus ini.
Berita Gunung Merapi yang pertama bersumber dari situs republika.co.id, berjudul "Awas, Bahaya Merapi Belum Berakhir", dimana berita ini merupakan salah satu berita penting untuk diketahui, khususnya warga masyarakat yang saat ini bermukim disekitar Gunung Merapi.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Tehnologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta mengingatkan pada seluruh masyarakat di sekitar Gunung Merapi. Menurut BPPTK bahaya Merapi belum sepenuhnya berakhir setelah letusan pada tanggal 26 Oktober 2010.
"Sampai saat ini magma belum keluar dan kubah juga belum terbentuk. Jadi, masih ada ancaman yang cukup serius dari Merapi," Kepala BPPTK, Subandiyo, di Yogyakarta, Rabu (27/10).
Berdasarkan data, letusan Merapi selama ini selalu diikuti dengan pembentukan kubah lava seiring dengan keluarnya magma usai meluncurnya wedhus gembel dari pusat letusan. Namun letusan tahun 2010 ini tidak langsung diikuti dengan budaya yang selama ini ada di gunung teraktif di Indonesia itu meski awan panas (wedhus gembel) sudah keluar sejak kemarin. Karenanya, BPPTK masih mempertahankan status awas untuk gunung tersebut.
Ia menjelaskan sifat letusan Merapi tahun ini sangat berbeda. "Kita akui, ilmu pengetahuan tidak cukup untuk memahami gunung ini," tuturnya.
Menurut dia, sifat luncuran awan panas yang dimuntahkan oleh letusan 2010 juga sangat berbeda dengan letusan letusan sebelumnya, baik tahun 1994, 1997, 1998, hingga letusan tahun 2006. Luncuran awan panas pada letusan tahun 2010 ini, menurut Subandiyo, bersifat direct blast atau menyembur terus dari dalam dengan gerakan mendatar.
Bahkan, kata dia, semburan tersebut berlaku terus menerus dengan tenggang waktu yang sangat lama. Bukan hanya itu saja, letusan kali ini hanya menyeburkan pasir dan debu serta tidak diikuti dengan semburan atau guguran material vulkanik yang besar seperti bongkahan batu.
"Material yang keluar hanya pasir dan abu, bongkahan batu hampir tidak ada," tambahnya. Itu mengindikasikan, bahwa material merapi masih utuh bertahan di puncak. Karena itulah, kata dia, bahaya Merapi memang tersebut belum berakhir.
Hal yang sama dikemukakan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Menurut Kepala PVMBG, Dr Surono, setidaknya ada 7,5 juta meterial gunung Merapi yang belum runtuh
Berikut adalah berita mengenai Gunung Merapi lainnya, dimana pemberitaan ini bersumber dari situs bisnis.com. Berita ini perlu kiranya diketahui, khususnya bagi masyarakat yang saat ini sedang mencari informasi mengenai korban Gunung Merapi.
Sebagian besar korban erupsi Gunung Merapi merupakan korban ganasnya awan panas yang dimuntahkan gunung setinggi 2.968 meter di perbatasan Jawa Tengah-Yogyakarta tersebut.
Awan panas yang juga sering disebut warga sebagai “Wedhus Gembel” tersebut suhunya dapat mencapai 1.000-1.100°C saat keluar kawah, dan ketika menerjang permukiman suhunya menjadi sekitar 500-600°C.
Ketua Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVG) Surono mengungkapkan kecepatan luncuran “Wedhus Gembel” tersebut ditaksir mencapai 200 km/jam.
“Karena gerakan dari muntahan Merapi tersebut bergumpal-gumpal dan berwarna keputihan dan dari jarak jauh seperti bulu wedhus [domba] gembel maka warga setempat menamakannya Wedhus Gembel,” ujar Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta Subandriyo.
Secara umum kandungan “Wedhus Gembel” yang nama ilmiahnya pyroclastic density flow adalah zat padat (debu vulkanik dengan ukuran mulai dari ash sampai lapili), dan fase gas (CO2, sulfur, chlor, uap air dan lainnya) yang bercampur udara.
Pada Gunung Merapi, awan panas terbentuk oleh mekanisme guguran lava baru, sering disebut "nuee ardante d' avalance". Awan panas jenis ini akan mengalir melalui zona lembah sungai dan kanan/ kirinya, mengikuti arah aliran dari luncuran lava pada dasar lembah.
Dalam situs volcanolive.com, pakar vulkanologi John Seach menyebutkan, Merapi merupakan satu gunung yang paling aktif dan berbahaya di dunia.
Merapi memiliki kubah lava dan selalu meletus dalam jangka satu sampai lima tahun, menjadikannya gunung paling aktif di Indonesia. John Seach telah mendokumentasikan aktivitas 180 gunung di seluruh belahan bumi, dan menurutnya Merapi menghasilkan awan panas lebih banyak dari gunung mana pun di dunia.
Dalam situsnya, Seach juga mengungkapkan bahwa gerakan awan panas Merapi mencapai 7 hingga 13 kilometer dari puncak. Sehingga warga yang berada pada radius tersebut harus segera menjauhi puncak dan mencari lokasi yang aman bila aktivitas Gunung Merapi meningkat.
Gunung Merapi terakhir meletus empat tahun lalu, tepatnya pada 8 Juni 2006 pukul 09.03 WIB Merapi meletus dengan menyemburkan awan panas yang membuat ribuan warga di wilayah lereng panik dan melarikan diri ke tempat aman.
Saat itu pemerintah meminta 17.000 warga di lereng Merapi untuk mengungsi. Jatuh 2 orang korban yang berlindung dalam bunker di Kawasan Wisata Kaliadem, Kaliurang.
Sejarah mencatat letusan besar Merapi terjadi pada 1006, 1786, 1822, 1872, dan 1930. Pada 1930, “Wedhus Gembel” memakan korban 1.370 orang di 13 desa di sekitar Merapi. Letusan terbesarnya terjadi pada 1006 yang menyebabkan seluruh Jawa tertutup abu.
Berdasarkan catatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Gunung Merapi mulai aktif sejak tahun 1006 saat terjadi letusan pertamanya. Rata-rata Merapi meletus dalam siklus pendek yang terjadi setiap antara 2 – 5 tahun dan siklus menengah setiap 5 – 7 tahun.
Siklus terpanjang pernah tercatat setelah mengalami istirahat selama lebih dari 30 tahun, yaitu pada masa awal keberadaannya sebagai gunung api. Memasuki abad ke-16, siklus terpanjang Merapi dicapai selama 71 tahun ketika jeda ketika meletus pada tahun 1587 dan meletus kembali di 1658.
Hampir setiap letusan Gunung Merapi, terutama sejak diamati dengan seksama pada tahun 80-an, selalu diawali dengan gejala yang jelas.
Secara umum peningkatan kegiatan diawali dengan terekamnya gempabumi vulkanik-dalam (tipe A) disusul kemudian munculnya gempa vulkanik-dangkal (tipe B) sebagai realisasi migrasinya fluida ke arah permukaan.
Ketika kubah mulai terbentuk, gempa fase banyak (MP) mulai terekam diikuti dengan makin besarnya jumlah gempa guguran akibat meningkatnya guguran lava. Dalam kondisi demikian, tubuh Merapi mulai terdesak dan mengembang yang dimonitor dengan pengamatan deformasi.
Bagi anda yang ingin mengenal lebih jauh tentang Gunung Merapi, maka berita ini dikira sangat tepat anda baca. Sebab dari pemberitaan yang dipublikasikan oleh situs liputan6.com dengan judul "Mengenal Lebih Dekat Merapi" ini dapat kiranya membantu kita bagi yang belum begitu kenal betul dengan Gunung Merapi selama ini dapat lebih mengenal tentang salah satu gunung yang berstatus paling aktif di Indonesia itu.
Merapi adalah satu dari puluhan gunung berapi di Indonesia yang terletak di perbatasan Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Magelang, Jawa Tengah. Cerita sejarah gunung ini menarik untuk diketahui sebagai pengetahuan, terutama bagi Anda yang awam vulkanologi. Berikut tulisannya yang belum lama ini dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber.
Menurut ahli vulkanologi Berthommier, berdasarkan studi stratigrafi, sejarah geologi Merapi dapat dibagi atas empat bagian, yakni:
Pertama, Pra-Merapi (400 Ribu Tahun Lampau)
Pada masa ini, Merapi disebut "saudara kembar" Gunung Bibi yang memliki kandungan magma andesit basaltik berumur sekitar 700 ribu tahun. Puncak Bibi mempunyai ketinggian sekitar 2.050 meter dari atas permukaan laut (mdpl) yang sejajar dengan puncak Merapi berjarak sekitar 2,5 kilometer.
Karena umurnya yang sangat tua, bebatuan Gunung Bibi mengalami perubahan komposisi mineralogi batuan atau alterasi yang sangat kuat sehingga berubah bentuk menjadi batuan mineral.
Kedua, Merapi Tua (Sekitar 60 Ribu Hingga Delapan Ribu Tahun Silam)
Pada masa ini mulai lahir yang dikenal sebagai Gunung Merapi yang merupakan fase awal membentuk kerucut walaupun belum sempurna. Ekstrusi awalnya berupa lava basaltik yang membentuk Gunung Turgo dan Plawangan berumur sekitar 40 ribu tahun lalu. Produk aktivitasnya terdiri dari batuan dengan komposisi andesit basaltic berupa awan panas, breksiasi lava hingga lahar.
Ketiga, Merapi Pertengahan (Sekitar Delapan Ribu Hingga Dua Ribu Tahun Silam)
Masa ini terjadi beberapa lelehan lava andesitik yang menyusun bukit Batulawang dan Gajahmungkur, yang saat ini tampak di lereng utara Merapi.
Batuannya terdiri dari aliran lava, breksiasi lava dan awan panas. Aktivitas Merapi dicirikan dengan letusan efusif (lelehan) dan eksplosif. Diperkirakan juga terjadi letusan eksplosif ke arah barat yang meninggalkan morfologi tapal kuda sepanjang tujuh kilometer, dengan lebar satu hingga dua kilometer dengan beberapa bukit di lereng barat. Pada periode ini terbentuk Kawah Pasarbubar.
Keempat, Fase Merapi Baru (Sejak Dua Ribu Tahun Lalu Hingga Sekarang)
Pada masa ini, di dalam kawah Pasarbubar terbentuk kerucut puncak Merapi yang kini disebut Gunung Anyar, pusat aktivitas Merapi. Alhasil, ketinggian puncak Merapi naik mencapai 2.968 mdpl. Sempat terjadi letusan besar Merapi lima ratus tahun silam sehingga menutupi Candi Sambisari yang terletak kurang lebih 23 kilometer sebelah selatan Merapi.
Sejak memasuki fase baru, letusan yang sebelumnya bersifat letusan perlahan atau efusif berubah menjadi letusan kencang atau eksplosif, dengan lava kental yang menimbulkan kubah lava. Alhasil, beberapa kali letusan kecil terjadi tiap dua atau tiga tahun, dan yang lebih besar sekitar 10-15 tahun sekali. Tercatat, terjadi letusan Merapi yang berdampak sekitar 1006, 1786, 1822, 1872, dan 1930.
Pada November 1994, Merapi kembali aktif "batuk" yang mengeluarkan embusan awan panas ke bawah hingga menjangkau beberapa desa dan memakan korban puluhan jiwa manusia. Sejak saat itu, aktivitas tinggi letusan kecil berlangsung terus-menerus dan mulai mereda 2003 lalu. Namun, sekitar 4 Juni 2006, Merapi meletus kembali, yang ditandai dengan beberapa kali terjadi gempa dan deformasi hingga memakan korban jiwa.
Kini, Merapi kembali mengamuk mengeluarkan awan panas disertai abu vulkanik atau wedus gembel bersuhu 600 derajat Celsius memakan korban sedikitnya 15 orang tewas, termasuk satu di antaranya Mbah Maridjan, Juru Kunci Gunung Merapi.
SEJAK tahun 2006 nama Mbah Maridjan terkenal hingga pelosok Indonesia, bagaimana tidak hampir semua media baik cetak maupun elektronik menyorot keinginan kuat juru kunci Gunung Merapi itu untuk bertahan di tempat tinggalnya yang berada di Dukuh Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Cangkringan, Kabupaten Sleman saat Gunung Merapi meletus.
Saat itu Mbah Maridjan selamat dari amuk gunung yang "dijaganya", namun saat Merapi meletus kembali kemarin pada 26 Oktober 2010 pukul 17.05 WIB Mbah Maridjan dengan puluhan orang lainnya menjadi korban ganasnya luncuran awan panas atau sering disebut "wedhus gembel" karena wujudnya menyerupai buklu domba
Kemarin tim evakuasi dibawah pimpina Kol (L) Pramono menemukan jenazah yang diduga Mbah Maridjan dalam posisi bersujud di salah satu ruang di rumahnya.
Siapa Mbak Marijan?
Mas Penewu Suraksohargo, nama asli dari Mbah Maridjan lahir pada tahun 1927, di Dukuh Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Cangkringan, Sleman. Di llingungannya sosok Mbah Maridjan amaty disegani, sehjingga pengaruhnya amat kuat sampai ke Keraton Jogjakarta. Karena kecintaaannya pada Gunung Merapi, sehingga seakan Mbah Marjidan sudah amat menyatu dengan kebesaran Merapi.
Karakter Gunung Merapi seakan sudah dipahami betul oleh Mbah Maridjan yang lantas disebut banyak orang sebagai budayawan, karena kekuatannya mengangkat kearifan lokal.
Fakta mencatat dari tahun ke tahun Mbah Maridjan selalu menjadi tumpuan atau referensi mengenai kondisi gunung yang selalu bergolak sejak beratus tahun itu. Inilah catatannya:
- Tahun 1970, diangkat menjadi wakil juru kunci Gunung Merapi.
- Tahun 1982, Sri Sultan Hamengkubuwono IX mengangkat Mbah Maridjan menjadi juru kunci Gunung Merapi.
Mbah Maridjan memiliki empat orang anak diantaranya Mbah Ajungan (menjadi penasihat presiden Sukarno tahun 1968-1969, kemudian menjadi wali Mangkunagara VIII tahun 1974-1987), Raden Ayu Surjuna, Raden Ayu Murjana dan Raden Mas Kumambang.
Menurut catatan Wikipedia, sejak Mbah Maridjan menjabat sebagai juru kunci setidaknya Gunung Merapi sudah lima kali meletus yakni di tahun 1994, 1998, 2001-2003 berupa aktivitas tinggi yang berlangsung terus-menerus, 2006 dan 26 Oktober 2010.
Sumber: http://karodalnet.blogspot.com
Berita Gunung Merapi yang pertama bersumber dari situs republika.co.id, berjudul "Awas, Bahaya Merapi Belum Berakhir", dimana berita ini merupakan salah satu berita penting untuk diketahui, khususnya warga masyarakat yang saat ini bermukim disekitar Gunung Merapi.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Tehnologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta mengingatkan pada seluruh masyarakat di sekitar Gunung Merapi. Menurut BPPTK bahaya Merapi belum sepenuhnya berakhir setelah letusan pada tanggal 26 Oktober 2010.
"Sampai saat ini magma belum keluar dan kubah juga belum terbentuk. Jadi, masih ada ancaman yang cukup serius dari Merapi," Kepala BPPTK, Subandiyo, di Yogyakarta, Rabu (27/10).
Berdasarkan data, letusan Merapi selama ini selalu diikuti dengan pembentukan kubah lava seiring dengan keluarnya magma usai meluncurnya wedhus gembel dari pusat letusan. Namun letusan tahun 2010 ini tidak langsung diikuti dengan budaya yang selama ini ada di gunung teraktif di Indonesia itu meski awan panas (wedhus gembel) sudah keluar sejak kemarin. Karenanya, BPPTK masih mempertahankan status awas untuk gunung tersebut.
Ia menjelaskan sifat letusan Merapi tahun ini sangat berbeda. "Kita akui, ilmu pengetahuan tidak cukup untuk memahami gunung ini," tuturnya.
Menurut dia, sifat luncuran awan panas yang dimuntahkan oleh letusan 2010 juga sangat berbeda dengan letusan letusan sebelumnya, baik tahun 1994, 1997, 1998, hingga letusan tahun 2006. Luncuran awan panas pada letusan tahun 2010 ini, menurut Subandiyo, bersifat direct blast atau menyembur terus dari dalam dengan gerakan mendatar.
Bahkan, kata dia, semburan tersebut berlaku terus menerus dengan tenggang waktu yang sangat lama. Bukan hanya itu saja, letusan kali ini hanya menyeburkan pasir dan debu serta tidak diikuti dengan semburan atau guguran material vulkanik yang besar seperti bongkahan batu.
"Material yang keluar hanya pasir dan abu, bongkahan batu hampir tidak ada," tambahnya. Itu mengindikasikan, bahwa material merapi masih utuh bertahan di puncak. Karena itulah, kata dia, bahaya Merapi memang tersebut belum berakhir.
Hal yang sama dikemukakan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Menurut Kepala PVMBG, Dr Surono, setidaknya ada 7,5 juta meterial gunung Merapi yang belum runtuh
Berikut adalah berita mengenai Gunung Merapi lainnya, dimana pemberitaan ini bersumber dari situs bisnis.com. Berita ini perlu kiranya diketahui, khususnya bagi masyarakat yang saat ini sedang mencari informasi mengenai korban Gunung Merapi.
Sebagian besar korban erupsi Gunung Merapi merupakan korban ganasnya awan panas yang dimuntahkan gunung setinggi 2.968 meter di perbatasan Jawa Tengah-Yogyakarta tersebut.
Awan panas yang juga sering disebut warga sebagai “Wedhus Gembel” tersebut suhunya dapat mencapai 1.000-1.100°C saat keluar kawah, dan ketika menerjang permukiman suhunya menjadi sekitar 500-600°C.
Ketua Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVG) Surono mengungkapkan kecepatan luncuran “Wedhus Gembel” tersebut ditaksir mencapai 200 km/jam.
“Karena gerakan dari muntahan Merapi tersebut bergumpal-gumpal dan berwarna keputihan dan dari jarak jauh seperti bulu wedhus [domba] gembel maka warga setempat menamakannya Wedhus Gembel,” ujar Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta Subandriyo.
Secara umum kandungan “Wedhus Gembel” yang nama ilmiahnya pyroclastic density flow adalah zat padat (debu vulkanik dengan ukuran mulai dari ash sampai lapili), dan fase gas (CO2, sulfur, chlor, uap air dan lainnya) yang bercampur udara.
Pada Gunung Merapi, awan panas terbentuk oleh mekanisme guguran lava baru, sering disebut "nuee ardante d' avalance". Awan panas jenis ini akan mengalir melalui zona lembah sungai dan kanan/ kirinya, mengikuti arah aliran dari luncuran lava pada dasar lembah.
Dalam situs volcanolive.com, pakar vulkanologi John Seach menyebutkan, Merapi merupakan satu gunung yang paling aktif dan berbahaya di dunia.
Merapi memiliki kubah lava dan selalu meletus dalam jangka satu sampai lima tahun, menjadikannya gunung paling aktif di Indonesia. John Seach telah mendokumentasikan aktivitas 180 gunung di seluruh belahan bumi, dan menurutnya Merapi menghasilkan awan panas lebih banyak dari gunung mana pun di dunia.
Dalam situsnya, Seach juga mengungkapkan bahwa gerakan awan panas Merapi mencapai 7 hingga 13 kilometer dari puncak. Sehingga warga yang berada pada radius tersebut harus segera menjauhi puncak dan mencari lokasi yang aman bila aktivitas Gunung Merapi meningkat.
Gunung Merapi terakhir meletus empat tahun lalu, tepatnya pada 8 Juni 2006 pukul 09.03 WIB Merapi meletus dengan menyemburkan awan panas yang membuat ribuan warga di wilayah lereng panik dan melarikan diri ke tempat aman.
Saat itu pemerintah meminta 17.000 warga di lereng Merapi untuk mengungsi. Jatuh 2 orang korban yang berlindung dalam bunker di Kawasan Wisata Kaliadem, Kaliurang.
Sejarah mencatat letusan besar Merapi terjadi pada 1006, 1786, 1822, 1872, dan 1930. Pada 1930, “Wedhus Gembel” memakan korban 1.370 orang di 13 desa di sekitar Merapi. Letusan terbesarnya terjadi pada 1006 yang menyebabkan seluruh Jawa tertutup abu.
Berdasarkan catatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Gunung Merapi mulai aktif sejak tahun 1006 saat terjadi letusan pertamanya. Rata-rata Merapi meletus dalam siklus pendek yang terjadi setiap antara 2 – 5 tahun dan siklus menengah setiap 5 – 7 tahun.
Siklus terpanjang pernah tercatat setelah mengalami istirahat selama lebih dari 30 tahun, yaitu pada masa awal keberadaannya sebagai gunung api. Memasuki abad ke-16, siklus terpanjang Merapi dicapai selama 71 tahun ketika jeda ketika meletus pada tahun 1587 dan meletus kembali di 1658.
Hampir setiap letusan Gunung Merapi, terutama sejak diamati dengan seksama pada tahun 80-an, selalu diawali dengan gejala yang jelas.
Secara umum peningkatan kegiatan diawali dengan terekamnya gempabumi vulkanik-dalam (tipe A) disusul kemudian munculnya gempa vulkanik-dangkal (tipe B) sebagai realisasi migrasinya fluida ke arah permukaan.
Ketika kubah mulai terbentuk, gempa fase banyak (MP) mulai terekam diikuti dengan makin besarnya jumlah gempa guguran akibat meningkatnya guguran lava. Dalam kondisi demikian, tubuh Merapi mulai terdesak dan mengembang yang dimonitor dengan pengamatan deformasi.
Bagi anda yang ingin mengenal lebih jauh tentang Gunung Merapi, maka berita ini dikira sangat tepat anda baca. Sebab dari pemberitaan yang dipublikasikan oleh situs liputan6.com dengan judul "Mengenal Lebih Dekat Merapi" ini dapat kiranya membantu kita bagi yang belum begitu kenal betul dengan Gunung Merapi selama ini dapat lebih mengenal tentang salah satu gunung yang berstatus paling aktif di Indonesia itu.
Merapi adalah satu dari puluhan gunung berapi di Indonesia yang terletak di perbatasan Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Magelang, Jawa Tengah. Cerita sejarah gunung ini menarik untuk diketahui sebagai pengetahuan, terutama bagi Anda yang awam vulkanologi. Berikut tulisannya yang belum lama ini dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber.
Menurut ahli vulkanologi Berthommier, berdasarkan studi stratigrafi, sejarah geologi Merapi dapat dibagi atas empat bagian, yakni:
Pertama, Pra-Merapi (400 Ribu Tahun Lampau)
Pada masa ini, Merapi disebut "saudara kembar" Gunung Bibi yang memliki kandungan magma andesit basaltik berumur sekitar 700 ribu tahun. Puncak Bibi mempunyai ketinggian sekitar 2.050 meter dari atas permukaan laut (mdpl) yang sejajar dengan puncak Merapi berjarak sekitar 2,5 kilometer.
Karena umurnya yang sangat tua, bebatuan Gunung Bibi mengalami perubahan komposisi mineralogi batuan atau alterasi yang sangat kuat sehingga berubah bentuk menjadi batuan mineral.
Kedua, Merapi Tua (Sekitar 60 Ribu Hingga Delapan Ribu Tahun Silam)
Pada masa ini mulai lahir yang dikenal sebagai Gunung Merapi yang merupakan fase awal membentuk kerucut walaupun belum sempurna. Ekstrusi awalnya berupa lava basaltik yang membentuk Gunung Turgo dan Plawangan berumur sekitar 40 ribu tahun lalu. Produk aktivitasnya terdiri dari batuan dengan komposisi andesit basaltic berupa awan panas, breksiasi lava hingga lahar.
Ketiga, Merapi Pertengahan (Sekitar Delapan Ribu Hingga Dua Ribu Tahun Silam)
Masa ini terjadi beberapa lelehan lava andesitik yang menyusun bukit Batulawang dan Gajahmungkur, yang saat ini tampak di lereng utara Merapi.
Batuannya terdiri dari aliran lava, breksiasi lava dan awan panas. Aktivitas Merapi dicirikan dengan letusan efusif (lelehan) dan eksplosif. Diperkirakan juga terjadi letusan eksplosif ke arah barat yang meninggalkan morfologi tapal kuda sepanjang tujuh kilometer, dengan lebar satu hingga dua kilometer dengan beberapa bukit di lereng barat. Pada periode ini terbentuk Kawah Pasarbubar.
Keempat, Fase Merapi Baru (Sejak Dua Ribu Tahun Lalu Hingga Sekarang)
Pada masa ini, di dalam kawah Pasarbubar terbentuk kerucut puncak Merapi yang kini disebut Gunung Anyar, pusat aktivitas Merapi. Alhasil, ketinggian puncak Merapi naik mencapai 2.968 mdpl. Sempat terjadi letusan besar Merapi lima ratus tahun silam sehingga menutupi Candi Sambisari yang terletak kurang lebih 23 kilometer sebelah selatan Merapi.
Sejak memasuki fase baru, letusan yang sebelumnya bersifat letusan perlahan atau efusif berubah menjadi letusan kencang atau eksplosif, dengan lava kental yang menimbulkan kubah lava. Alhasil, beberapa kali letusan kecil terjadi tiap dua atau tiga tahun, dan yang lebih besar sekitar 10-15 tahun sekali. Tercatat, terjadi letusan Merapi yang berdampak sekitar 1006, 1786, 1822, 1872, dan 1930.
Pada November 1994, Merapi kembali aktif "batuk" yang mengeluarkan embusan awan panas ke bawah hingga menjangkau beberapa desa dan memakan korban puluhan jiwa manusia. Sejak saat itu, aktivitas tinggi letusan kecil berlangsung terus-menerus dan mulai mereda 2003 lalu. Namun, sekitar 4 Juni 2006, Merapi meletus kembali, yang ditandai dengan beberapa kali terjadi gempa dan deformasi hingga memakan korban jiwa.
Kini, Merapi kembali mengamuk mengeluarkan awan panas disertai abu vulkanik atau wedus gembel bersuhu 600 derajat Celsius memakan korban sedikitnya 15 orang tewas, termasuk satu di antaranya Mbah Maridjan, Juru Kunci Gunung Merapi.
SEJAK tahun 2006 nama Mbah Maridjan terkenal hingga pelosok Indonesia, bagaimana tidak hampir semua media baik cetak maupun elektronik menyorot keinginan kuat juru kunci Gunung Merapi itu untuk bertahan di tempat tinggalnya yang berada di Dukuh Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Cangkringan, Kabupaten Sleman saat Gunung Merapi meletus.
Saat itu Mbah Maridjan selamat dari amuk gunung yang "dijaganya", namun saat Merapi meletus kembali kemarin pada 26 Oktober 2010 pukul 17.05 WIB Mbah Maridjan dengan puluhan orang lainnya menjadi korban ganasnya luncuran awan panas atau sering disebut "wedhus gembel" karena wujudnya menyerupai buklu domba
Kemarin tim evakuasi dibawah pimpina Kol (L) Pramono menemukan jenazah yang diduga Mbah Maridjan dalam posisi bersujud di salah satu ruang di rumahnya.
Siapa Mbak Marijan?
Mas Penewu Suraksohargo, nama asli dari Mbah Maridjan lahir pada tahun 1927, di Dukuh Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Cangkringan, Sleman. Di llingungannya sosok Mbah Maridjan amaty disegani, sehjingga pengaruhnya amat kuat sampai ke Keraton Jogjakarta. Karena kecintaaannya pada Gunung Merapi, sehingga seakan Mbah Marjidan sudah amat menyatu dengan kebesaran Merapi.
Karakter Gunung Merapi seakan sudah dipahami betul oleh Mbah Maridjan yang lantas disebut banyak orang sebagai budayawan, karena kekuatannya mengangkat kearifan lokal.
Fakta mencatat dari tahun ke tahun Mbah Maridjan selalu menjadi tumpuan atau referensi mengenai kondisi gunung yang selalu bergolak sejak beratus tahun itu. Inilah catatannya:
- Tahun 1970, diangkat menjadi wakil juru kunci Gunung Merapi.
- Tahun 1982, Sri Sultan Hamengkubuwono IX mengangkat Mbah Maridjan menjadi juru kunci Gunung Merapi.
Mbah Maridjan memiliki empat orang anak diantaranya Mbah Ajungan (menjadi penasihat presiden Sukarno tahun 1968-1969, kemudian menjadi wali Mangkunagara VIII tahun 1974-1987), Raden Ayu Surjuna, Raden Ayu Murjana dan Raden Mas Kumambang.
Menurut catatan Wikipedia, sejak Mbah Maridjan menjabat sebagai juru kunci setidaknya Gunung Merapi sudah lima kali meletus yakni di tahun 1994, 1998, 2001-2003 berupa aktivitas tinggi yang berlangsung terus-menerus, 2006 dan 26 Oktober 2010.
Sumber: http://karodalnet.blogspot.com
puisi untuk merayu wanita
WANITAKU
Akuterpesona olehmu
Ter hanyut oleh rayuan kecantikanmu
Yang slalu kautebar dsetiap waktu
Danbayangmu yang takkunjung lepas dari benakku…..
Diriku sekan kaku
Dantak berdaya ketika lihat kamu
Menyorotkan kedua bola matamu
Dan kedua bola matamu seakan menghipnotisku…..
Dan kedua pipi merahmu
Membrtikan warna dalam hidupku
Memberi kejutan disetiap waktuku
Berikan sinar terang dalam hidupku………..
Mampukah orang seperti aku
Memiliki hati wanita seperti kamu
Andai aku bias akan kujaga dengan kasih sayangmu
Dan kubuat dengan kasih sayangku…………..
Karya mbulek
Yang disusun oleh om rudi……
Akuterpesona olehmu
Ter hanyut oleh rayuan kecantikanmu
Yang slalu kautebar dsetiap waktu
Danbayangmu yang takkunjung lepas dari benakku…..
Diriku sekan kaku
Dantak berdaya ketika lihat kamu
Menyorotkan kedua bola matamu
Dan kedua bola matamu seakan menghipnotisku…..
Dan kedua pipi merahmu
Membrtikan warna dalam hidupku
Memberi kejutan disetiap waktuku
Berikan sinar terang dalam hidupku………..
Mampukah orang seperti aku
Memiliki hati wanita seperti kamu
Andai aku bias akan kujaga dengan kasih sayangmu
Dan kubuat dengan kasih sayangku…………..
Karya mbulek
Yang disusun oleh om rudi……
Puisi Islami Religi
Lekaslah bertaubat
Senelum terlambat
Buanglah maksiat
Sebelum menghambat…………….
Janganlah mudah terikat.
Dengan rayuan maksiat
Meskipun itu nikmat
Buanglah dengan cepat…………..
Sebelum api neraka membelit
Lekaslah buang maksiat
Jangan takut terlambat
Takkan adayang menghambat………..
Membuang aksiat
Itu sangatlah bermanfaat
Mengali ilmu yang bermanfaat……….
Senelum terlambat
Buanglah maksiat
Sebelum menghambat…………….
Janganlah mudah terikat.
Dengan rayuan maksiat
Meskipun itu nikmat
Buanglah dengan cepat…………..
Sebelum api neraka membelit
Lekaslah buang maksiat
Jangan takut terlambat
Takkan adayang menghambat………..
Membuang aksiat
Itu sangatlah bermanfaat
Mengali ilmu yang bermanfaat……….
Teknik Memancing di embung atau danau
ok sobat semua disini saya akan memberi pengalaman saya memancing didanau............
banyak orang mengeluh padasaat memancing karena ia tak dapat ikan,makadari itu saya mempunyai pengalaman sedikit tentang memancing di danau atau embung. sdudah lama aku mencoba mancing di embung tapi selalu tidak dapat dan bikin frustasi saya .
banyak orang mengeluh padasaat memancing karena ia tak dapat ikan,makadari itu saya mempunyai pengalaman sedikit tentang memancing di danau atau embung. sdudah lama aku mencoba mancing di embung tapi selalu tidak dapat dan bikin frustasi saya .
Kata-kata buat Sms yg Asyik
G=apailah Mimpi
Brsma
O=rang" Yg Kau
Cntai &
O=rang" Yg KaU
Cygi
D=Lm Tdrmu
N=ikmati
I=ndah'y &
G=emerlap Cnta
Sbg
H=iasan
T=idurmu,
==GOOD NIGHT==
---------------------------------------------------
H4ng4tx p4g! Tl4h musn4h.
D!ng!nx m4l4m tl4h tb4.
T3r4ngx r3mbul4n b4g4!k4n p3rm4t4.
J4d!k4n m4l4m !n?l3b!h b3rm4kn4 & p3nu! d3ng4n c!nt4.
-----------------------------------------------------------
"PeRmisi"
da AnAk MaNiS,
WajAh RoMaNtiS,
WalaU Bkn ArtiS,
TaPi Cool AbiS,
WaLau PLsa tiPiS,
BraNi Kok Bagi Smz GratiS,
MuBazir Kan klw g'AbiS,
GRATISSZZZzz!!
--------------------------------------------------------
Pcr 1=wajar? Pcr 2=krng ajar Pcr 3=prlu d ajr blm pnxa?hrz sbar, Blm prnh?wjib bljar Cnta emank hrz dkjar bnuz plz emg hrz dsebar. . .
itung2 $odakoh
hua ha ha ha ha ....!!!!!!!!
-------------------------------------------------------
=';'=
=';'=
=';'= =';'=
=';'=
" nYamUk2 kcL,j9n 9ng9u tmn Q y9 mW b02'k Y,kCiaN dy dH cPk"
Mga TUhaN LndNgi b02k km N mga
Mmpi iNdh..
-----------------------------------------------------------------------
KuPu"
teRbAnG meLyNg,
I LOVE YOU
SaYanG
KuRsi GoYanG
LeMaRi kACa,
Q SayNg
Ma yG BaCa_!
Da oRg ktAnCp paKu,
Q cYanG Ma U
BuAh duRIan BuaH dKu,
eNgKau Lah pJa"n htI Q
Buah sTrOwbEry cMpUr ES CrEaM,
Eh SoRry sLah kRim
hE...He...hE...He...hE...
------------------------------------------------
D£4m k0£m d4 berudu. . . .
D£4m hti d4 rindv . . . .
Bukn per2n cembru 0r terharu. . . . .
Jg bkn ucpn
" I m!$$ Y0v "
Tp cuma mau psen sesuat . . . Klu mau b02k pi2z dlu . . . .
Yr g' banjr gt. . . He. . .he. . .he sori x. . .
-----------------------------------------------------
JduL=puJaaN haTi
By =kn9En banD
VerSi=eVoy
RefF....
Mn9pa kaU Tax bLzZ SmzZ Q
Mn9pa en9Kau aBaikhAn psAn Q
AtaukaH Kmu luPa amA aKu
hn96a kaU Tak pRnah zMzZ q. .
CbaLah k c0untEr dkt rmh mU daN cbAlah i$iin plc hP mU ku iN9in engKa0 blzZ zmZz ku tmAni dlaM ksnDiriaN kU.
---------------------------------------
. ."SaAt amU m|ai ingn m|paskn s'ze0rg,, "ingt|H saAt amu ingn mNdaptknX. .
"SaAt amU m|ai tak mnCnta!X, ingt|h saAt prtma km Jtuh C.I.N.T.A pdX. .
"SaAt amU m|ai b0saN dgn_ny mrAsakn pahit, maniz, sRta makna mEncntai s"0rg dgn t|us N' pnuh kEikh|san bkn dgn kmEwahan...
Tu |h Arti Shbat
-------------------------------------------------------
+Tbk np q zmz u,?
-knp yaw,?
-kgen,?
+g' tuh!
-bwn9 plza,?
+9' j9
-mw knln,?
+udh knl,
-izen9,?
+9' lah
+cm mau tanya g! Paw...?
Brsma
O=rang" Yg Kau
Cntai &
O=rang" Yg KaU
Cygi
D=Lm Tdrmu
N=ikmati
I=ndah'y &
G=emerlap Cnta
Sbg
H=iasan
T=idurmu,
==GOOD NIGHT==
---------------------------------------------------
H4ng4tx p4g! Tl4h musn4h.
D!ng!nx m4l4m tl4h tb4.
T3r4ngx r3mbul4n b4g4!k4n p3rm4t4.
J4d!k4n m4l4m !n?l3b!h b3rm4kn4 & p3nu! d3ng4n c!nt4.
-----------------------------------------------------------
"PeRmisi"
da AnAk MaNiS,
WajAh RoMaNtiS,
WalaU Bkn ArtiS,
TaPi Cool AbiS,
WaLau PLsa tiPiS,
BraNi Kok Bagi Smz GratiS,
MuBazir Kan klw g'AbiS,
GRATISSZZZzz!!
--------------------------------------------------------
Pcr 1=wajar? Pcr 2=krng ajar Pcr 3=prlu d ajr blm pnxa?hrz sbar, Blm prnh?wjib bljar Cnta emank hrz dkjar bnuz plz emg hrz dsebar. . .
itung2 $odakoh
hua ha ha ha ha ....!!!!!!!!
-------------------------------------------------------
=';'=
=';'=
=';'= =';'=
=';'=
" nYamUk2 kcL,j9n 9ng9u tmn Q y9 mW b02'k Y,kCiaN dy dH cPk"
Mga TUhaN LndNgi b02k km N mga
Mmpi iNdh..
-----------------------------------------------------------------------
KuPu"
teRbAnG meLyNg,
I LOVE YOU
SaYanG
KuRsi GoYanG
LeMaRi kACa,
Q SayNg
Ma yG BaCa_!
Da oRg ktAnCp paKu,
Q cYanG Ma U
BuAh duRIan BuaH dKu,
eNgKau Lah pJa"n htI Q
Buah sTrOwbEry cMpUr ES CrEaM,
Eh SoRry sLah kRim
hE...He...hE...He...hE...
------------------------------------------------
D£4m k0£m d4 berudu. . . .
D£4m hti d4 rindv . . . .
Bukn per2n cembru 0r terharu. . . . .
Jg bkn ucpn
" I m!$$ Y0v "
Tp cuma mau psen sesuat . . . Klu mau b02k pi2z dlu . . . .
Yr g' banjr gt. . . He. . .he. . .he sori x. . .
-----------------------------------------------------
JduL=puJaaN haTi
By =kn9En banD
VerSi=eVoy
RefF....
Mn9pa kaU Tax bLzZ SmzZ Q
Mn9pa en9Kau aBaikhAn psAn Q
AtaukaH Kmu luPa amA aKu
hn96a kaU Tak pRnah zMzZ q. .
CbaLah k c0untEr dkt rmh mU daN cbAlah i$iin plc hP mU ku iN9in engKa0 blzZ zmZz ku tmAni dlaM ksnDiriaN kU.
---------------------------------------
. ."SaAt amU m|ai ingn m|paskn s'ze0rg,, "ingt|H saAt amu ingn mNdaptknX. .
"SaAt amU m|ai tak mnCnta!X, ingt|h saAt prtma km Jtuh C.I.N.T.A pdX. .
"SaAt amU m|ai b0saN dgn_ny mrAsakn pahit, maniz, sRta makna mEncntai s"0rg dgn t|us N' pnuh kEikh|san bkn dgn kmEwahan...
Tu |h Arti Shbat
-------------------------------------------------------
+Tbk np q zmz u,?
-knp yaw,?
-kgen,?
+g' tuh!
-bwn9 plza,?
+9' j9
-mw knln,?
+udh knl,
-izen9,?
+9' lah
+cm mau tanya g! Paw...?
Langganan:
Postingan (Atom)
